Tragedi Kanjuruhan dan Poster dengan Tulisan ‘Pak Polisi, Rakyat Bukan Musuhmu’

- Pewarta

Selasa, 11 Oktober 2022 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stadion Kanjuruhan Malang. (Dok. Polri.go.id)

Stadion Kanjuruhan Malang. (Dok. Polri.go.id)

POINNEWS.COM – Judul tulisan ini diambil dari salah satu poster yang dibawa oleh emak-emak dalam unjuk rasa di patung kuda 10 Oktober 2022.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Saya tergelitik menulis tentang mala petaka di stadion Kanjuruhan. Kota Malang Indonesia. Korban nyawa sia-sia 131 orang.

Tadinya saya tidak ingin menulis. Karena sudah banyak sekali berita tentang kejadian yang sangat sedih dan mencekam tersebut.

Tragedi yang tragis. Berita bertebaran di sosmed, IG, Twitter, Facebook. Begitu juga di media mainstream TV dan pemberitaan media baik lokal, nasional dan internasional.

Bahkan media dunia yang ternama seperti The Washinton Post dan New York Times menulis. Salah Polisi!.

Kemaren polisi Indonesia mulai offensive. Ratusan korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan bukan karena asap gas air mata yang ditembakkan oleh gas air mata.

Penjelasan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, dari keterangan ahli dan juga dokter spesialis penyakit dalam, paru, THT dan penyakit mata yang menangani korban meninggal dunia.

Penyebab kematian bukan gas air mata, tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen.

Ditambah lagi peluru gas air mata sudah kadaluarsa, sudah lemah fungsinya. Katanya. Wow pak Polisi mulai bela diri.

Saya kembali sedih. Tak terasa meneteskan air mata lagi. Mendengar alasan tersebut. Lebaykah?.

Beberapa hari setelah tragedi. Setiap mendengar kisah para korban yang selamat bercerita di wawancara TV dan channel Youtube.

Mata tua ini. Sering meneteskan air mata. Emphaty terhadap kesedihan mereka yang kehilangan buah hati. Sebagian adalah penopang kehidupan keluarga.

Betul Gas Air Mata tidak berakibat kematian. Semua penonton bola dipastikan belum pernah merasakan semburan gas air mata. Kecuali para demonstran/aktivis.

Gas yang dilarang oleh aturan FIFA. Semburan Gas Air Mata yang bertubi-tubi. Menyebabkan kepanikan terjadi.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Semua berusaha berlari keluar dengan satu tujuan menghindari dari gas yang membuat pedih mata dan sesak nafas.

Seandainya tidak ada semburan gas airmata celaka tersebut. Mereka akan sabar dan teratur keluar.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Artinya tidak akan terjadi tragedi kelam yang sangat menyedihkan. Walau Arema jagoan mereka kalah.

Mereka akan sampai kembali dirumah bersama keluarga, melanjutkan perjuangan hidup keluarga.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Kekecewaan kalah akan hilang. Bola itu bundar. Bisa kembali menang.

Terus terang saya “marah” terhadap Presiden Jokowi yang ketika berkunjung ke Stadion Kanjuruhan. Hanya berkomentar pintu terkunci dan tangga keluar yang curam.

Tidak menyinggung sama sekali tentang tembakan Gas Air Mata yang membuat Panik.

Tentu ini jadi “arahan” bagi para ahli dan polisi. Gas air mata tidak mematikan. Ternyata dan ternyata. Oh.

Emphaty pemimpin terhadap derita rakyat yang sedang berduka. Sangatlah jauh. Moral?.

Dimana kah?. Hilang!. Pimpinan PSSI “menghindar” dengan temuan botol minuman keras.

Tidak satupun merasa bersalah. Gentelman untuk mundur. Walaupun desakan bertubi-tubi. Negara Indonesia tercinta.

Satria bermoral cuma di kisah perwayangan?. Pemimpin di Negara Jepang, Korea dan lainnya. Gentel mundur dari jabatannya jika terjadi kesalahan.

Apalagi mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Jelas mereka itu bukan di negeri wayang. Mereka Satria di Negara mereka.

Saya juga “marah dan sedih” atas sementara pemimpin yang bangga karena FIFA “tidak menghukum” PSSI.

Pada hal Gas Air Mata yang dilarang FIFA telah membuat panik “membunuh” 131 nyawa secara sadis.

Saya juga “marah” terhadap Dahlan Iskan dalam tulisannya “seakan memuja” keberhasilan Presiden Jokowi untuk melobby FIFA tidak memberikan sanksi sebagai prestasi.

Eling mas DI. Ini menyangkut 131 nyawa rakyat lho. Kembali air mata saya menetes menutup tulisan ini.

Oleh: Syafril Sjofyan, Pengamat Kebijakan Publik, Aktivis 77-78, Sekjen FKP2B.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Menangkan Pilkada 2024, Sejumlah Pers Daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua Siap Kolaborasi
Kemenkeu Beti Tanggapan Soal PDIP Usung Sri Mulyani dalam Bursa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta
Imbau Pendukung Tak Turun ke Jalan, Prabowo Subianto: Utamakan Keutuhan dan Persatuan Bangsa
Syukuran Ulang Tahun ke-65 Mbak Titiek Soeharto Dihadiri Presiden Terpilih Prabowo Subianto
Dikabarkan Incar Kursi Ketua Umum PDI Perjuangan yang Kini Diduduki Megawati, Jokowi Beri Tanggapannya
Soal Pemanggilan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di MK, PDI Perjuangan Beri Tanggapan
Salah Satunya Kaesang Pangarep, PSI Ungkap Alasan Ajukan 2 Nama Kader untuk Calon Gubernur DKI Jakarta
Turun Gunung Saat Kampanye Pilpres, SBY Yakin Rakyat Indonesia Ingin Dipimpin Prabowo Subianto
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:19 WIB

Menangkan Pilkada 2024, Sejumlah Pers Daerah dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua Siap Kolaborasi

Kamis, 9 Mei 2024 - 11:21 WIB

Kemenkeu Beti Tanggapan Soal PDIP Usung Sri Mulyani dalam Bursa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta

Senin, 22 April 2024 - 11:54 WIB

Imbau Pendukung Tak Turun ke Jalan, Prabowo Subianto: Utamakan Keutuhan dan Persatuan Bangsa

Senin, 15 April 2024 - 15:41 WIB

Syukuran Ulang Tahun ke-65 Mbak Titiek Soeharto Dihadiri Presiden Terpilih Prabowo Subianto

Rabu, 3 April 2024 - 13:26 WIB

Dikabarkan Incar Kursi Ketua Umum PDI Perjuangan yang Kini Diduduki Megawati, Jokowi Beri Tanggapannya

Rabu, 3 April 2024 - 10:25 WIB

Soal Pemanggilan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di MK, PDI Perjuangan Beri Tanggapan

Minggu, 31 Maret 2024 - 09:52 WIB

Salah Satunya Kaesang Pangarep, PSI Ungkap Alasan Ajukan 2 Nama Kader untuk Calon Gubernur DKI Jakarta

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:10 WIB

Turun Gunung Saat Kampanye Pilpres, SBY Yakin Rakyat Indonesia Ingin Dipimpin Prabowo Subianto

Berita Terbaru