CORE Indonesia Ungkap Alasan Ekonomi Indonesia Melambat pada Triwulan IV 2022

- Pewarta

Kamis, 29 Desember 2022 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal. (Dok. Coreindonesia.org)

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal. (Dok. Coreindonesia.org)

POINNEWS.COM – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memaparkan berbagai alasan ekonomi Indonesia akan sedikit melambat pada triwulan IV-2022.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Dia pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional akan berada di kisaran 4,5 sampai 5 persen year on year (yoy) pada triwulan IV-2022, atau melambat dibandingkan triwulan III-2022 yang sebesar 5,72 persen yoy.

Kepada Antara di di Jakarta, Rabu 28 Desember 2022, dia menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan ekonomi Indonesia melambat pada triwulan IV-2022, di antaranya konsumsi rumah tangga di dalam negeri yang tereduksi akibat kenaikan inflasi pada periode ini.

“Pada triwulan IV-2022 ada peningkatan inflasi yang lebih, karena kenaikan harga BBM, khususnya BBM bersubsidi. Kami melihat karena faktor inflasi, dari sisi daya beli sudah mulai ada sedikit perlambatan,” kata Faisal.

Dia mengatakan, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia terus mengalami penurunan, yang tercatat di level 50,3 pada November 2022, dari sebelumnya di level 51,8 pada Oktober 2022 dan di level 53,7 pada September 2022

“Tingkat penjualan atau PMI manufaktur yang sudah tipis di atas 50. Walaupun masih ekspansi, tapi kondisinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” kata Faisal.

Kemudian, lanjut dia, mulai terjadi penyempitan terhadap surplus neraca perdagangan, yang mana Indonesia mencatat surplus sebesar 14,92 miliar dolar AS atau setara Rp 234,20 triliun pada triwulan III-2022

“Kuartal- kuartal sebelumnya banyak dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga yang tinggi dan net ekspor yang tinggi. Di kuartal IV ini, sumbangannya agak sedikit lebih lambat dibandingkan kuartal- kuartal sebelumnya,” kata Faisal.

Dia menyebut belanja pemerintah mulai tidak banyak berkontribusi terhadap pertumbuhan, karena mengejar target saving untuk tahun depan, sebagai antisipasi normalisasi kebijakan fiskal, yaitu target defisit APBN kembali di bawah 3 persen PDB.

“Jadi ada penghematan yang dilakukan pemerintah pada tahun ini dan berlanjut pada kuartal IV,” kata Faisal.

Dalam kesempatan ini, dia memproyeksikan inflasi pada Desember 2022 akan berada di angka 0,4 -, 0,5 persen month to month (mtm), dan inflasi tahunan di kisaran 5,3 – 5,4 persen yoy.

Menurut dia, inflasi pada akhir tahun polanya cenderung naik dibandingkan bulan- bulan sebelumnya, dikarenakan adanya momen Natal dan Tahun Baru, serta adanya pemberian bonus atau insentif oleh berbagai perusahaan.

“Tapi, kalau melihat dari tingkat inflasinya yang biasanya meningkat, di tahun ini sebenarnya peningkatannya tidak setajam tahun sebelumnya, dibandingkan pada saat dua tahun awal pandemi maupun tahun prapandemi,” kata Faisal.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Berita Terkait

Investasi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Apple Tambah Apple Developer Academy Keempat di Bali
Terkait Soal Uang Pecahan 1.0 yang Viral.di Medsos, Berikut Ini Penjelasan Resmi Pihak Bank Indonesia
Ruas Tol Solo – Yogyakarta – New Yogyakarta International Airport dan Ruas Kartasura – Klaten Digratiskan PUPR
Libur Panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Tirta Kahuripan Tetap Layani 225.134 Pelanggan
Beli Gabah Petani Rp6.000 per Kg, Badan Pangan Nasional Bererlakukan Fleksibilitas Perum Bulog
Kunjungan Kerja: LSP PM dan BNSP Fokus Pada Profesionalisme
Satgas Pangan Polri Sebut Telah Terjadi Peningkatan Permintaan Beberapa Komoditi pada Bulan Ramadhan
Bapanas Beri Tanggapan Soal Kenaikan Harga Beras Justru Memukul Petani Sebagai Pihak Produsen
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 09:49 WIB

Investasi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Apple Tambah Apple Developer Academy Keempat di Bali

Senin, 8 April 2024 - 11:23 WIB

Terkait Soal Uang Pecahan 1.0 yang Viral.di Medsos, Berikut Ini Penjelasan Resmi Pihak Bank Indonesia

Minggu, 7 April 2024 - 09:18 WIB

Ruas Tol Solo – Yogyakarta – New Yogyakarta International Airport dan Ruas Kartasura – Klaten Digratiskan PUPR

Rabu, 3 April 2024 - 11:04 WIB

Libur Panjang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Tirta Kahuripan Tetap Layani 225.134 Pelanggan

Rabu, 3 April 2024 - 10:20 WIB

Beli Gabah Petani Rp6.000 per Kg, Badan Pangan Nasional Bererlakukan Fleksibilitas Perum Bulog

Minggu, 17 Maret 2024 - 02:15 WIB

Kunjungan Kerja: LSP PM dan BNSP Fokus Pada Profesionalisme

Jumat, 15 Maret 2024 - 15:48 WIB

Satgas Pangan Polri Sebut Telah Terjadi Peningkatan Permintaan Beberapa Komoditi pada Bulan Ramadhan

Rabu, 6 Maret 2024 - 09:52 WIB

Bapanas Beri Tanggapan Soal Kenaikan Harga Beras Justru Memukul Petani Sebagai Pihak Produsen

Berita Terbaru