Dapat PMN Rp1,5 Triliun, Perum Perumnas Diminta Telusuri Akar Masalah Keuangan

- Pewarta

Kamis, 17 November 2022 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino. (Dok. Dpr.go.id)

Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino. (Dok. Dpr.go.id)

POINNEWS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino meminta Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) untuk menelusuri akar masalah keuangan, sehingga memerlukan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Ia menyayangkan hal tersebut, sebab, menurutnya banyak BUMN yang menjadikan PMN sebagai solusi penyehatan keuangan perusahaan.

“Mengapa beban bunganya tinggi? Pasti karena utangnya menumpuk. Kenapa terjadi penumpukan hutang di masa lalu? (Persoalan keuangan) ini mohon maaf bukan hanya terjadi di Perumnas tetapi juga di BUMN lain.”

“Harus ditelusuri akarnya dari mana, pola-pola seperti ini sering terjadi,” tegasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Perum Perumnas, terkait pendalaman PMN Tunai tahun 2022, Selasa 15 November 2022.

Diketahui, Perum Perumnas diputuskan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai tahun 2022 sebesar Rp1,568 triliun.

PMN tersebut digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan penyelesaian persediaan perumahan.

Hal tersebut dengan harapan posisi keuangan Perumnas dapat lebih baik dan akan meningkatkan kapasitas Perum Perumnas dalam penyediaan hunian.

Untuk itu, Harris menekankan Perumnas harus membuat mitigasi agar hal serupa tidak terjadi lagi ke depannya.

Ia berharap agar tidak ada kesan dengan adanya pemberian PMN, urusan keuangan perusahaan menjadi selesai.

“Apalagi kalau dibumbui dengan angka-angka yang luar biasa fantastis, seperti yang dilakukan Perumnas.”

“Sehingga harusnya ada penelusuran ke belakang, kenapa hal ini bisa terjadi,” tegas Legislator Dapil Jawa Tengah IX ini.

Selain itu, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga menanyakan apa langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Perumnas dalam mengatasi permasalahan keuangan yang terjadi dalam perusahaan tersebut.

Perumnas juga diminta terbuka terhadap permasalahan yang terjadi sehingga pemberian PMN untuk masalah tersebut diharapkan dapat benar-benar menyehatkan perusahaan dan memberikan dampak yang bagus bagi perusahaan.

“(Keuangan perusahaan yang terganggu) COVID-19 itu bukan hanya dialami oleh Perumnas, tapi dialami oleh semua perusahaan di seluruh dunia.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Khusus untuk Perumnas, apa sih yang sudah dilakukan? Sehingga harapannya bahwa Penyertaan Modal Negara ini ke depannya akan lebih bagus.

Kalau ada keterbukaan, bareng-bareng antara Bapak di jajaran direksi dan kami di Komisi VI,” imbuhnya.***

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Peran LSP Perikanan Hias Indonesia dalam Peningkatan Ekspor: Fokus pada Sertifikasi dan Kompetensi SDM
Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan OJK: Ni Nyoman Puspani Tekankan Kompetensi Nasional dan Internasional
ID FOOD Siap Jaga Ketahanan Pangan Regional Asia Tenggara Lewat Digitalisasi Supply Chain Innovation
Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya
Salah Satu yang Tertinggi di Kawasan Asia Tenggara, Wakil Kanselir Jerman Puji Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Produksi Beras Nasional Diperkirakan Mulai Turun di Bulan Mei dan Juni 2024 Sampai Akhir Tahun 2024
Airlangga Hartarto Minta Inggris Kedepankan Praktik Dagang yang Inklusif Saat Bertemu Menteri Nusrat Ghani
Ada Potensi Harga Jagung Turun Bahkan Anjlok di Bawah Harga Acuan Saat Puncak Panen Raya Mei 2024
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 00:10 WIB

Peran LSP Perikanan Hias Indonesia dalam Peningkatan Ekspor: Fokus pada Sertifikasi dan Kompetensi SDM

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:07 WIB

Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan OJK: Ni Nyoman Puspani Tekankan Kompetensi Nasional dan Internasional

Sabtu, 25 Mei 2024 - 09:16 WIB

ID FOOD Siap Jaga Ketahanan Pangan Regional Asia Tenggara Lewat Digitalisasi Supply Chain Innovation

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42 WIB

Kemendagri Minta Seluruh Pemerintah Daerah Pantau Perkembangan Tingkat Inflasi di Wayahnya

Selasa, 7 Mei 2024 - 14:38 WIB

Salah Satu yang Tertinggi di Kawasan Asia Tenggara, Wakil Kanselir Jerman Puji Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 4 Mei 2024 - 11:34 WIB

Produksi Beras Nasional Diperkirakan Mulai Turun di Bulan Mei dan Juni 2024 Sampai Akhir Tahun 2024

Sabtu, 4 Mei 2024 - 07:12 WIB

Airlangga Hartarto Minta Inggris Kedepankan Praktik Dagang yang Inklusif Saat Bertemu Menteri Nusrat Ghani

Jumat, 3 Mei 2024 - 07:27 WIB

Ada Potensi Harga Jagung Turun Bahkan Anjlok di Bawah Harga Acuan Saat Puncak Panen Raya Mei 2024

Berita Terbaru