POINNEWS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Harris Turino meminta Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) untuk menelusuri akar masalah keuangan, sehingga memerlukan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Ia menyayangkan hal tersebut, sebab, menurutnya banyak BUMN yang menjadikan PMN sebagai solusi penyehatan keuangan perusahaan.

“Mengapa beban bunganya tinggi? Pasti karena utangnya menumpuk. Kenapa terjadi penumpukan hutang di masa lalu? (Persoalan keuangan) ini mohon maaf bukan hanya terjadi di Perumnas tetapi juga di BUMN lain.”

“Harus ditelusuri akarnya dari mana, pola-pola seperti ini sering terjadi,” tegasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Perum Perumnas, terkait pendalaman PMN Tunai tahun 2022, Selasa 15 November 2022.

Diketahui, Perum Perumnas diputuskan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai tahun 2022 sebesar Rp1,568 triliun.

PMN tersebut digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan penyelesaian persediaan perumahan.

Hal tersebut dengan harapan posisi keuangan Perumnas dapat lebih baik dan akan meningkatkan kapasitas Perum Perumnas dalam penyediaan hunian.

Untuk itu, Harris menekankan Perumnas harus membuat mitigasi agar hal serupa tidak terjadi lagi ke depannya.

Ia berharap agar tidak ada kesan dengan adanya pemberian PMN, urusan keuangan perusahaan menjadi selesai.

“Apalagi kalau dibumbui dengan angka-angka yang luar biasa fantastis, seperti yang dilakukan Perumnas.”

“Sehingga harusnya ada penelusuran ke belakang, kenapa hal ini bisa terjadi,” tegas Legislator Dapil Jawa Tengah IX ini.

Selain itu, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga menanyakan apa langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Perumnas dalam mengatasi permasalahan keuangan yang terjadi dalam perusahaan tersebut.

Perumnas juga diminta terbuka terhadap permasalahan yang terjadi sehingga pemberian PMN untuk masalah tersebut diharapkan dapat benar-benar menyehatkan perusahaan dan memberikan dampak yang bagus bagi perusahaan.

“(Keuangan perusahaan yang terganggu) COVID-19 itu bukan hanya dialami oleh Perumnas, tapi dialami oleh semua perusahaan di seluruh dunia.

Khusus untuk Perumnas, apa sih yang sudah dilakukan? Sehingga harapannya bahwa Penyertaan Modal Negara ini ke depannya akan lebih bagus.

Kalau ada keterbukaan, bareng-bareng antara Bapak di jajaran direksi dan kami di Komisi VI,” imbuhnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.