POIN NEWS – Sungguh sangat memprihatinkan, negara maju seperti Inggris harus mengalami krisis yang begitu berat.
Inflasi yang sangat tinggi hingga mencapai 9,9% memukul kehidupan rakyatnya.
Tidak berhenti disini saja, perkiraan inflasi akan terus naik karena didorong oleh lonjakan harga energi.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
LOTTE Chemical Indonesia, Milliken, dan Tederic Gelar Seminar tentang Solusi Polipropilena Mutakhir
iQIYI Resmi Memulai Produksi Serial Original Lokal Pertama di Indonesia, Menggandeng Telkomsel

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan inflasi yang mencapai rekor tertinggi, ditambah kenaikan harga dan tagihan energi, jumlah perempuan di Inggris yang terjun ke bisnis prostitusi naik 1/3 pada musim panas ini, menurut English Collective of Prostitution (ECP).
Krisis biaya hidup saat ini telah memaksa banyak orang terjun ke bisnis prostitusi untuk pertama kalinya.
Bahkan orang-orang yang sebelumnya berhenti, terpaksa kembali ke bisnis itu untuk menyambung hidup.
Baca Juga:
Terbuka dan Inklusif, Haikou Semakin Cepat Berkembang sebagai Pusat Seni Pertunjukan Internasional
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta
Dikutip dari reuters.com, Collective of Prostitutes (ECP), sebuah badan kesejahteraan untuk pekerja seks, mengatakan pihaknya memperkirakan jumlah orang yang mendekatinya untukn meminta bantuan meningkat.
Sebanyak dua kali lipat pada tahun lalu karena para siswa berjuang untuk memenuhi kebutuhan.
“(Pemerintah) tahu pemotongan dan program penghematan dan penghapusan hibah,” Sarah Walker dari ECP mengatakan kepada Reuters.
“Mereka tahu ketika mereka menghapus sumber daya yang mereka tahu itu mendorong perempuan lebih jauh ke dalam kemiskinan.”
Baca Juga:
“Cara perempuan bertahan dari kemiskinan seringkali melalui pekerjaan seks. Pemerintah tahu itu dan mereka tampaknya tidak peduli.”
Kaum muda Inggris paling terdampak oleh perlambatan ekonomi dengan tingkat pengangguran kaum muda sekarang mencapai 1,03 juta dari 2,64 pengangguran, level tertinggi sejak 1992.
Dari hal tersebut harus bisa diambil pelajaran oleh bangsa Indonesia. Jika melakukan kebijakan-kebijakan yang mendorong naiknya angka inflasi maka apa yang terjadi di Inggris akan terjadi di Indonesia.
Dan faktanya memang beberapa dampak sudah terjadi juga di Indonesia seperti halnya di Inggris.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Jika keadaan ekonomi makin memburuk tentu ini akan mendorong angka prostitusi Indonesia makin besar.
Saat ini saja Indonesia masuk di antara 5 negara dengan prostitusi terbesar di dunia. Ini sangat menyedihkan.
Sudah saatnya Indonesia memulai upaya untuk kemandirian pangan dan energi agar tidak tergantung terhadap impor.
Ini sangat penting sebab jika terus menerus tergantung dari impor maka nasib rakyat akan terus terseok-seok.
SDA dan SDM kita sangat melimpah, apa yang negara ini butuhkan sebetulnya ada, yang kekurangan dari bangsa ini adalah political will.
Masyarakat masih terpolarisasi, dinamika politik masih tidak sehat, money politik yang terus dipelihara, partai-partai politik lebih mementingkan diri dan kelompok.
Ini membuat negara ini akan jalan ditempat, upaya-upaya yang bisa mendorong lompatan ekonomi akan selalu tersandra oleh kepentingan politik.
Opini: Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.



















