POINNEWS.COM – Pesta demokrasi lima tahunan ini adalah bukti demokrasi dan proses memilih pemimpin yang telah diterapkan bangsa ini sejak puluhan tahun lalu.
Namun, acap kali peristiwa yang mengancam kerukunan hidup berbangsa tersebut terjadi dalam setiap rangkaiannya.
Salah satunya adalah polarisasi politik yang mengarah pada bencana.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO
Produk Guangdong Mendunia: Acara “Produk Zhongshan di Malaysia” Resmi Debut di Luar Negeri

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yakni, timbulnya konflik horizontal antar pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
Demikian hal tersebut disampaikan Mandataris Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPD GMPK) Jawa Barat, Taufiq. R. Soedradjat dalam keterangan tertulisnya, Senin 26 Juni 2023.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Soroti Kematangan Teknis Proporsional Terbuka, GMPK Ajak Masyarakat Aktif Dukung Proses Demokrasi
Baca Juga:
Produsen Susu Nomor Satu di Asia Yili Borong Penghargaan di Ajang GDIC Asia 2026
Lianlian DigiTech Kembali Hadir di Money20/20 Asia, Perluas Ekosistem Pembayaran Global
“Bahkan konflik berkelanjutan walau pemilu sudah berakhir dan pemenangnya pun sudah ditetapkan masih ada.”
“Peristiwa-peristiwa semacam itu patut disayangkan terjadi dalam proses pembangunan demokrasi di negara kita,” ujarnya.
“Yang paling nyata Ini akan berdampak kepada perpecahan di tengah rakyat. Hal ini menjadi pelajaran berharga untuk kita petik,” lanjut Taufiq.
Menurut Taufiq, semua elemen bangsa harusnya menyadari akan begitu bahanya hal ini.
Baca Juga:
Tablet Unggulan Huawei Jadi Sorotan dalam Acara Peluncuran Produk Inovatif di Bangkok
AI Rudder Perkuat Inovasi Digital CIMB Niaga melalui Solusi AI
Bahwa persatuan dan kerukunan berbangsa harus berada di atas kepentingan politik lainnya.
“Terutama berkaitan dengan kesiapan kita jelang perhelatan politik serupa pada tahun 2024 mendatang,” katanya.
Karena itu, GMPK Jawa Barat menggelar diskusi bertema ‘Ancaman Pemilu 2024 dan Jalan Tengah Kebangsaan’ di Panyileukan Kota Bandung, Sabtu, 24 Juni 2023 lalu dengan melibatkan berbagai elemen pemuda dan mahasiswa.
Maka dari itu, lanjut Taufiq, diperlukan persiapan yang matang untuk mengantisipasi datangnya bencana politik semacam ini.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Salah satunya adalah memaksimalkan peran pemuda dalam mengawalnya.
“Bagi kalangan kelompok muda, mahasiswa dan pelajar sebagai agen perubahan dalam pergulatan politik tanah air”
“Sudah sepantasnya mampu mengawal pemilu dengan cara bijak,” jelasnya.
Masih kata Taufiq, perihal timbulnya perbedaan kepentingan dari elemen-elemen demokrasi, jadikan hal itu sebagai modal besar menunjukan kekuatan bangsa.
“Bukan sebaliknya, malah menimbulkan pengerucutan polarisasi kepentingan, perpecahan bahkan sikap-sikap mengarah kepada disintegrasi bangsa,” pungkasnya.***













