POINNEWS.COM – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengingatkan pemerintah terkait fluktuasi harga komoditas pangan akhir-akhir ini dimana sejumlah bahan pangan terpantau mengalami kenaikan harga seperti komoditi bawang putih, minyak goreng, dan gula pasir.
Ia pun mengingatkan pemerintah untuk terus berhati-hati terlebih menjelang tahun baru nanti.
“Jika kita pantau per 1 November 2022 maka terlihat harga gula pasir tercatat naik paling tinggi secara persentase yang mencapai 0,33 persen dan dilihat dari inflasi pada Oktober kemarin sebesar 4,73 persen.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Maka pemerintah harus hati-hati menjelang tahun baru nanti, jangan sampai kegagalan mengendalikan harga terus berulang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu 2 November 2022
Lebih lanjut, Johan juga mendorong Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) untuk menjalankan fungsinya sesuai amanat undang-undang tentang pangan maupun Perpres No.66/2021 yang berfungsi sebagai regulator kebijakan dan stabilisasi pangan.
Yaitu salah satunya dengan membentuk sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
“Untuk saat ini saya minta Badan Pangan Nasional segera membentuk sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan agar menjadi dasar tata Kelola bagi kepentingan pangan nasional.”
“Khusus untuk persoalan harga komoditas pangan diharapkan mampu melakukan pengendalian harga melalui penyediaan stok dan rantai pangan yang efisien,” imbuh Johan seraya berharap lembaga ini bergerak cepat menghadapi kompleksitas persoalan pangan saat ini.
Politisi Fraksi PKS ini menilai saat ini daya beli masyarakat semakin anjlok, untuk itu, pemerintah dituntut harus mampu mengendalikan harga komoditas pangan, sebab hal ini menyangkut urusan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.
Menurutnya, untuk mengatasi persoalan harga pangan harus dimulai dengan peningkatan produktifitas pangan dalam negeri, serta dengan tegas menghentikan impor.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
“Kalo kita lihat harga pangan saat ini tidak dapat diperkirakan secara akurat oleh pemerintah sehingga dampaknya selalu kesulitan mitigasi risiko dari lonjakan kenaikan harga komoditi tersebut.”
“Saya melihat upaya pengendalian harga pangan secara nasional harus dimulai dari ketegasan terhadap akar penyebab dari volatilitas harga yang tinggi yakni banyaknya produk pangan yang masih impor,” urai Johan.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.











