Jaga Pancasila, Vox Point Indonesia dan PBNU Sepakat Perkuat Wawasan Kebangsaan

- Pewarta

Rabu, 1 Juni 2022 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vox Point Indonesia dan PBNU sepakat memperkuat wawasan kebangsaan untuk menjaga Pancasila. (Dok. Vox Point Indonesia)

Vox Point Indonesia dan PBNU sepakat memperkuat wawasan kebangsaan untuk menjaga Pancasila. (Dok. Vox Point Indonesia)

POIN NEWS – Vox Point Indonesia dan PBNU sepakat memperkuat wawasan kebangsaan untuk menjaga Pancasila, merawat kebhinekaan dan menjaga kedaulatan Bangsa Indonesia.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa, 31 Mei 2022.

Dalam audiensi tersebut pengurus Vox Point Indonesia menjelaskan keberadaan dan latar belakang Ormas Katolik yang lahir pada 12 Maret 2016 tersebut.

Ketua Umum Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati menjelaskan tiga fokus kerja Vox Point Indonesia.

Yakni bidang kaderisasi politik, bidang edukasi sosial politik dan kajian strategis terkait isu-isu kebangsaan.

“Terima kasih kepada PBNU yang telah menerima kunjungan Vox Point Indonesia.”

“Salah satu fokus kerja kami terkait isu-isu kebangsaan. Sebagaimana tagline Vox Point Indonesia, Mengembangkan Nilai-Nilai Kebangsaan.”

“Kami ingin agar semua pihak memberikan kontribusi untuk tetap menjaga kedaulatan bangsa dengan menjaga warisan para pejuang dan pahlawan Bangsa Indonesia,” kata Handojo.

Ia menyebut, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi besar yang telah berpengalaman menjaga kedaulatan bangsa.

Pengurus dan kader Nahdlatul Ulama, kata dia, telah memberikan kontribusi untuk menjaga dan merawat Pancasila.

Ia mengatakan Nahdlatul Ulama menjadi contoh bagi semua organisasi dalam memberikan sumbangsih kepada NKRI.

Oleh karena itu, ia berharap agar apa yang telah dilakukan Nahdlatul Ulama menjadi inspirasi semua elemen masyarakat Indonesia. Agar bangsa Indonesia tetap utuh.

“Vox Point Indonesia punya kewajiban untuk menggalang persatuan dan persaudaraan. Sebab, kita adalah saudara sebagai sesama anak bangsa.”

“Untuk itu, tugas kita ke depan bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

“Kita harus sepakat bahwa Pancasila harus hadir dalam karya dan perutusan kita masing-masing,” tegas Handojo.

Selain itu, Handojo menjelaskan kunjungan ke Nahdlatul Ulama juga dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Ia mengatakan Vox Point Indonesia dan Nahdlatul Ulama bersepakat untuk terus merawat kebhinekaan dengan cara memperkuat wawasan kebangsaan.

Vox Point Indonesia diterima Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di antaranya
H. Choirul Saleh Rasyid (Ketua PBNU), H. Muhammad Faesal, (Wasekjen PBNU), H. M. Silahuddin ( Wasekjen PBNU) dan Hj. Ai Rahmayanti (Wasekjen PBNU).

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Sementara dari Vox Point Indonesia Yohanes Handojo Budhisedjati (Ketua Umum), Gories Lewoleba (Waketum dan Juru Bicara), Devi Taurisa (Waketum) dan Ervanus Ridwan Tou (Sekjen).

Wasekjen PBNU, Muhammad Faesal menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf tidak bisa menerima kunjungan Vox Point Indonesia.

Ketum PBNU sedang menjalankan agenda lain yang tak bisa diwakilkan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf karena Pak Ketua Umum sedang melaksanakan tugas yang tak bisa diwakilkan. Namun, tidak mengurangi rasa hormat atas kunjungan Vox Point Indonesia,” kata Faesal.

Faesal mendorong Vox Point Indonesia untuk terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.”

“Sebab, kata dia, salah satu upaya untuk mewujudkan nilai-nilai kebangsaan adalah dengan saling menyapa, berdialog dan mengunjungi satu sama lain. Agar relasi sebagai sesama anak bangsa bisa terjalin baik.

“Kehadiran Vox Point Indonesia tentu untuk saling berdiskusi terkait penguatan wawasan kebangsaan dalam menghadapi beragam dinamika dan tantangan kebangsaan.”

“Kami berharap, dengan banyak berdialog bisa menemukan berbagai inovasi untuk mewujudkan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.”

“Ke depan, kita harus saling berkolaborasi program kerja yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terutama implementasi nilai-nilai kebangsaan,” ujar Faesal.***

Berita Terkait

BNSP melalui LSP Pekerja Migran Industri Sertifikasi 149 CPMI Welder Tujuan Korea Selatan di Batam
Bertemu dengan Seĵumlah Ketua Umum Partai Politik, Ini Jawaban Presiden Jokowi Soal Resuffle Kabinet
Prabowo Subianto Kenakan Kacamata Hitam, Momen Kebersamaan Wartawan Istana Foto Bareng
Prabowo Subianto Dapat Ucapan Selamat dari Seniornya, Subagyo HS Sebut Kualitas Mas Bowo Sudah Teruji
Kasus Korupsi Impor Gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana, Kejaksaan Agung Periksa 3 Orang Saksi
Partai NasDem Tanggapi Soal Aliran Dana SYL untuk Anggota DPR Indira Chunda Thita yang Juga Anak SYL
Program Indonesia Kompeten 2024 Disosialisasikan di Jakarta
Sekjen DPR Indra Iskandar Penuhi Panggilan KPK, Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 02:23 WIB

BNSP melalui LSP Pekerja Migran Industri Sertifikasi 149 CPMI Welder Tujuan Korea Selatan di Batam

Selasa, 11 Juni 2024 - 14:02 WIB

Bertemu dengan Seĵumlah Ketua Umum Partai Politik, Ini Jawaban Presiden Jokowi Soal Resuffle Kabinet

Senin, 3 Juni 2024 - 10:03 WIB

Prabowo Subianto Dapat Ucapan Selamat dari Seniornya, Subagyo HS Sebut Kualitas Mas Bowo Sudah Teruji

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:07 WIB

Kasus Korupsi Impor Gula PT Sumber Mutiara Indah Perdana, Kejaksaan Agung Periksa 3 Orang Saksi

Senin, 20 Mei 2024 - 07:25 WIB

Partai NasDem Tanggapi Soal Aliran Dana SYL untuk Anggota DPR Indira Chunda Thita yang Juga Anak SYL

Sabtu, 18 Mei 2024 - 00:10 WIB

Program Indonesia Kompeten 2024 Disosialisasikan di Jakarta

Rabu, 15 Mei 2024 - 17:45 WIB

Sekjen DPR Indra Iskandar Penuhi Panggilan KPK, Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Sabtu, 11 Mei 2024 - 07:39 WIB

Begini Cerita Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Makna Angka 8 dan 13 yang Kerap Muncul di Hidupnya

Berita Terbaru