POINNEWS.COM – Tersangka pembunuhan berantai, Solihin alias Duloh dan Dede Solehudin mengaku telah menyiapkan lubang untuk mengubur korbannya ketika meracuni satu keluarga di Bekasi.
Namun rencana untuk mengubur para korban batal karena para korbannya berteriak mengerang kesakitan setelah diracun oleh tersangka yang berperan sebagai eksekutor, yaitu Solihin alias Duloh.
Ia mengaku bahwa dirinya menjadi panik ketika para korbannya mengerang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya panik, karena ibu dan anak-anaknya yang dua berteriak.”
“Teriaknya ‘Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar’ lama,” ujar Duloh kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis 2 Februari 2023.
Karena panik, Duloh kemudian melarikan diri dari lokasi meninggalkan Dede serta Ai Maemunah dan anak-anaknya, yakni Riswandi, Ridwan, dan Neng Ayu.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Duloh melarikan diri dari lokasi meninggalkan para korbannya yang sekarat.
Wowon dan Duloh kemudian ditangkap beberapa hari kemudian di Cianjur, Jawa Barat. ***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.










