Menanti Sikap Resmi PDIP dalam Persoalan Effendi Simbolon VS Dudung Abdurahman

- Pewarta

Jumat, 16 September 2022 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon. (Dok. Ist)

Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon. (Dok. Ist)

POIN NEWS – Viral video Dandim 0623/Cilegon Kodam III Siliwangi beserta jajaran marah besar atas sikap arogan anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Effendi Simbolon mempermasalahkan antara lain ketidakhadiran KSAD Letjen Dudung Abdurrahman dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI.

Dia juga menyinggung ketidakharmonisan KSAD dengan Panglima TNI. Effendi menyindir buruknya TNI lebih dari Ormas serta memberi predikat gerombolan pada TNI.

Prajurit Kostrad Yon Infanteri 305 yang berada di Papua pun ikut tersinggung dan marah atas ucapan Effendi Simbolon.

Sikap sok benar dan sok kuasa Effendi Simbolon wajar menimbulkan kemarahan prajurit TNI.

Berbicara di luar substansi rapat Effendi seperti atasan menasehati bawahan.

Mulut anggota DPR ini payah. Vokalis PDIP yang sering membuat masalah.

Sewaktu Presiden ke Ukraina dan Rusia dulu ia memuji Presiden setinggi langit dan mendukung habis untuk jabatan tiga periode.

Ternyata diplomasi Jokowi berkonten bohong alias hoax. Semprotan pun ditujukan padanya.

Kini Effendi Simbolon kena semprot lagi dan ini lebih parah. TNI yang diserang oleh omong songong. Bahwa dalam rapat itu tidak hadir Kasad adalah hak dan urusan internal, toh Panglima TNI hadir.

Berasumsi adanya tidak harmonis tanpa menunggu penjelasan Panglima adalah berlebihan.

Tapi apapun itu memang Letjen Dudung Abdurrahman sejak awal memiliki aksi kontroversial yang diingat publik

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Misalnya saat Dudung Abdurrahman menjadi Pangdam Jaya menurunkan Baliho HRS, yang seharusnya dilakukan Satpol PP.

Dudung Abdurrahman juga tampil bersama Kapolda Metro Jaya Fadil Imran dalam kasus pembantaian 6 anggota Laskar.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Dudung pula yang membuat patung Soekarno di Akmil Magelang. Lalu saat menjadi Pangkostrad ia menghilangkan patung diorama penumpasan G 30 S PKI.

Diduga lingkungan Effendi Simbolon khususnya PDIP tentu mendesak agar yang bersangkutan minta maaf karena telah menyebut bahwa TNI itu gerombolan dan mengejek TNI sama dengan Ormas.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Ormas pun semestinya merasa tersinggung. Tidak semua Ormas buruk seperti yang digambarkan oleh Simbolon.

Generalisasi berdasar arogansi. Sangat vulgar dan brutal ucapannya. PDIP tidak boleh berdiam diri apalagi sampai melindungi.

Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo juga ikut marah pada pernyataan yang melecehkan TNI tersebut.

Menilai keji yang menganggap TNI porak poranda sebagaimana ungkapan Effendi Simbolon bahwa terjadi disharmoni dan insubordinasi di kalangan TNI. Ia meminta TNI waspada dan siaga.

Sebagaimana Dandim 0623/Cilegon yang telah menggebrak meja untuk menunjukkan kemarahannya, maka sebaiknya PDIP menggebrak kursi Effendi Simbolon.

Agar ia diganti oleh anggota lain yang lebih kapabel untuk menduduki kursi anggota DPR. Tak pantas Effendi Simbolon tetap duduk di kursi DPR.
PDIP harus segera memberi sanksi.

Opini: M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Cegah Gus Yaqut dan Dua Pihak Lain
TPUA Bawa Bukti Video Baru Soal Ijazah Jokowi ke Bareskrim
Presiden Prabowo Tegas Ultimatum Pejabat Tak Kompeten, Golkar Sebut Gibran Tak Bisa Dimakzulkan
Alasan Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan Meski Belum Genap Setahun Menjabat
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Termasuk 2 Putri Zulhas dan Deretan Artis Terkenal, Inilah Daftar Lengkap Nama-nama Pengurus Baru DPP PAN
Ini Alasan Hidayat Nur Wahid Dukung Penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:13 WIB

Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Cegah Gus Yaqut dan Dua Pihak Lain

Rabu, 16 Juli 2025 - 12:01 WIB

TPUA Bawa Bukti Video Baru Soal Ijazah Jokowi ke Bareskrim

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Presiden Prabowo Tegas Ultimatum Pejabat Tak Kompeten, Golkar Sebut Gibran Tak Bisa Dimakzulkan

Kamis, 1 Mei 2025 - 07:01 WIB

Alasan Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan Meski Belum Genap Setahun Menjabat

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik

Berita Terbaru