POIN NEWS – Bukan tidak mungkin akan muncul calon presiden alternatif, sebab publik saat ini merasa jenuh dengan capres yang itu-itu saja.
Di samping itu, masih ada waktu setahun lebih yang memungkinkan capres alternatif menonjolkan eksistensinya, sebelum Pemilu 2024 digelar.
Demikian disampaikan pengamat politik Ray Rangkutu di acara diskusi Syndicate Update bertajuk “Mencari Capres Alternatif dan Membaca Arah Koalisi” di Jakarta Selatan, Rabu, 31 Agustus 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditegaskan Ray, diskursus capres alternatif ini perlu disuarakan ke publik untuk mendorong substansi Pilpres 2024.
Ray memperingatkan bahwa perihal penentuan capres alternatif ini, semestinya publik memastikan terlebih dahulu apa saja kebutuhan, keinginan, tantangan, dan tuntutannya untuk menjawab apa yang dibutuhkan negara.
“Baru cari capres atau cawapres-nya. Bukan sebaliknya, mencari tokohnya dulu baru mengidentifikasi hal-hal tadi,” imbuhnya.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Publik perlu ikut mendorong munculnya nama-nama alternatif agar dipertimbangkan oleh partai menjadi capres atau cawapres.
“Saya juga tekankan, publik jangan ragu untuk mengajukan nama yang dianggap bisa memenuhi kebutuhannya,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Ray mengatakan bahwa capres alternatif mesti menonjolkan dan menunjukkan dirinya mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan publik, paling tidak, setahun menjelang Pemilu 2024.
“Mereka bisa menaikkan elektabilitas. Tapi pastikan apakah mereka mampu memenuhi yang diharapkan publik.” katanya.***
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk










