Waspada Indonesia Dikucilkan Dunia Internasional Jika Tragedi Kanjuruhan Tidak Dibuka Transparan

- Pewarta

Rabu, 5 Oktober 2022 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan 125 Orang. (Instagram.com/@indo.hooligan)

Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan 125 Orang. (Instagram.com/@indo.hooligan)

POIN NEWS – Tragedi di stadion Kanjuruhan yang menewaskan hampir 200 orang supporter tim bola Aremania saat ini terus diusut oleh tim yang telah dibentuk oleh Presiden Jokowi.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Peristiwa ini menjadi catatan sangat gelap bagi dunia sepakbola tidak hanya di tanah air bahkan di dunia.

Bagaimana stadion olahraga telah berubah menjadi kuburan massal bagi ratusan orang supporter yang tidak berdosa.

Mereka harus mati sia-sia akibat ulah tangan – tangan pihak yang lalai dan tidak bertanggung jawab.

Tidak hanya Indonesia dunia pun gempar atas peristiwa Kanjuruhan ini. Bahkan presiden Jokowi sendiri sudah menghubungi langsung Presiden FIFA Gianni Infantino membahas tragedi Kanjuruhan.

Indonesia pun saat ini terancam mendapat sanksi dari FIFA hingga pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U 20 pada 2023.

Jumlah korban jiwa yang hampir menyentuh 200 orang korban jiwa ini menempatkan tragedi Kanjuruhan berada di urutan ke 2 kerusuhan sepak bola di dunia setelah tragedi Estadio Nacional Disaster, Lima Peru pada 24 Mei 1964 yang menewaskan 328 korban jiwa.

Presiden Jokowi sendiri harus bertindak pro aktif meminta kepada bawahannya untuk mengusut secara tuntas tragedi Kanjuruhan ini.

Penanganan terhadap peristiwa ini haruslah transparan. Karena tragedi Kanjuruhan ini sudah menjadi perhatian dunia internasional.

Dari berbagai kesaksian penonton yang ada di stadion pemakaian gas air mata yang di tembakkan aparat keamanan menjadi sebab utama terjadinya peristiwa ini.

Ketika ditembakkan gas air mata banyak penonton yang berada di tribun menjadi panik dan akhir berdesak desakan dan terhimpit, kehabisan nafas.

Pintu keluar pun kemudian diketahui terkunci sehingga banyak orang yang berdesak desakan,kehabisan nafas sampai kemudian banyak yang meninggal.

Hal ini adalah satu dari sekian banyak hal yang mesti diperiksa terkait peristiwa Kanjuruhan ini.

Termasuk informasi panitia pelaksana yang mencetak tiket yang melebihi kapasitas stadion termasuk jam pelaksanaan pertandingan.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Yang katanya sudah diusulkan untuk diadakan sore hari tetapi ditolak dan tetap dilaksanakan pada malam hari karena jam prime time.

Siapa pun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa Kanjuruhan ini harus diminta pertanggung jawaban.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Tidak cukup pencopotan Kapolres Malang Kapolda Jawa Timur Nico Afinta juga harus bertanggung jawab atas Tragedi ini.

Ketua Umum PSSI Iwan Bule pun harus ikut bertanggung jawab atas Tragedi Kemanusiaan di stadion Kanjuruhan ini.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Jika tragedi Kanjuruhan ini tidak dibuka seterang terangnya maka Indonesia terancam akan mendapat sanksi dan dikucilkan oleh dunia internasional.

Maka siapapun pihak yang bertanggung jawab atas Tragedi ini harus diproses hukum, karena akibat ulahnya ratusan jiwa tak berdosa harus meregang nyawa.

Opini;  Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Tindak Pidana Perdagangan Orang, 50 WNI Dikirim ke Australia untuk Dijadikan Pekerja Seks Komersial
Soal Larangan Hubungan Kerja Sama dengan Lembaga yang Berafiliasi Pihak Israel, PBNU Tegaskan Ulang
Sudaryono Dilantik Presiden Jokowi Menjadi Wakil Menteri Pertanian, Anggota Kabinet Indonesia Maju
Soal Wacana Pembatasan Pembelian BBM Subsidi, Presiden Jokowi Bantah Keterangan Luhut Pandjaitan
Prabowo Subianto Didoakan agar Lancar Pimpin Bangsa Indonesia oleh Imam Besar Al Azhar Mesir
Hujan Lebat Kendala Jadi Pencarian Korban Pascalongsor Tulabolo Gorontalo, 43 Orang Warga Hilang
Dilaporkan ke KPK Terkait Tuduhan Mark Up Importasi Beras, Ini Tanggapan Badan Pangan Nasional
Para Peserta Program Upskilling dan Reskiling Berstandar Industri, Ikuti Proses Uji Kompetensi BIdang Bisnis dan Pariwisata Dengan Baik dan Tertib
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 10:40 WIB

Tindak Pidana Perdagangan Orang, 50 WNI Dikirim ke Australia untuk Dijadikan Pekerja Seks Komersial

Senin, 22 Juli 2024 - 09:56 WIB

Soal Larangan Hubungan Kerja Sama dengan Lembaga yang Berafiliasi Pihak Israel, PBNU Tegaskan Ulang

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:52 WIB

Sudaryono Dilantik Presiden Jokowi Menjadi Wakil Menteri Pertanian, Anggota Kabinet Indonesia Maju

Rabu, 17 Juli 2024 - 08:07 WIB

Soal Wacana Pembatasan Pembelian BBM Subsidi, Presiden Jokowi Bantah Keterangan Luhut Pandjaitan

Rabu, 10 Juli 2024 - 14:04 WIB

Hujan Lebat Kendala Jadi Pencarian Korban Pascalongsor Tulabolo Gorontalo, 43 Orang Warga Hilang

Sabtu, 6 Juli 2024 - 11:06 WIB

Dilaporkan ke KPK Terkait Tuduhan Mark Up Importasi Beras, Ini Tanggapan Badan Pangan Nasional

Rabu, 3 Juli 2024 - 22:09 WIB

Para Peserta Program Upskilling dan Reskiling Berstandar Industri, Ikuti Proses Uji Kompetensi BIdang Bisnis dan Pariwisata Dengan Baik dan Tertib

Selasa, 2 Juli 2024 - 08:50 WIB

Badan Hukum PDI Perjuangan Gugat Penyidik KPK AKBP Rosa Purba Bekti ke Pengadilan Negeri Jaksel

Berita Terbaru