POINNEWS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan harga dan ketersediaan pangan jelang libur Natal dan Tahun Baru dipastikan aman.
“Harga stabil aman, Natal dan Tahun Baru (Nataru) cukup stoknya tersedia,” ungkapnya dalam bincang-bincang bersama Hotman Paris di Jakarta, Sabtu.
Mendag juga memaparkan sejumlah harga pangan yang dipantaunya usai melakukan sidak di sejumlah pasar di Semarang, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
LOTTE Chemical Indonesia, Milliken, dan Tederic Gelar Seminar tentang Solusi Polipropilena Mutakhir
iQIYI Resmi Memulai Produksi Serial Original Lokal Pertama di Indonesia, Menggandeng Telkomsel

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sudah keliling ke Semarang sama Pak Erick sama Pak Ganjar, kita cek harga-harga. Ada yang murah sekali, ayam.”
“Jadi ayam itu terlalu murah, harganya Rp32 ribu di pagi hari, Rp30 ribu di jam 09.00, Rp28 ribu siang hari. Kalau murah petani ayam bangkrut. Nah ini kita akan naikkan agar bisa Rp 35 ribu.”
“Tapi telur naik Rp30 ribu mestinya Rp29 ribu, jadi ada yang turun ada yang naik, tapi secara umum inflasi kita 5,42 persen, jadi turun. Secara umum, secara keseluruhan. Jadi harga stabil,” kata Mendag.
Baca Juga:
Terbuka dan Inklusif, Haikou Semakin Cepat Berkembang sebagai Pusat Seni Pertunjukan Internasional
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta
Sebelumnya Mendag Zulkifli Hasan bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meninjau Pasar Rasamala, Kota Semarang, Jumat 2 Desember 2022.
Peninjauan di pasar tradisional itu untuk memastikan komoditas pangan tetap aman dan terjangkau masyarakat, terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Menurut dia, beberapa komoditas mengalami mengalami kenaikan maupun penurunan harga.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai rawit dan telur ayam, sementara yang mengalami penurunan antara lain daging ayam.
Baca Juga:
Meski naik, kata dia, kenaikan yang terjadi masih dalam batas normal.
Ia menuturkan pemerintah telah menyiapkan upaya jika memang terjadi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang signifikan.
Menurut dia, pemerintah daerah memiliki alokasi anggaran tidak terduga sebesar 2 persen yang bisa digunakan untuk memberikan subsidi harga bahan kebutuhan pokok jika terjadi kenaikan.***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
















