POINNEWS.COM – Menlu Jepang Yoshimasa Hayashi dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah bertemu di Kuala lumpur untuk menegaskan komitmen bekerja sama dalam menanggapi ancaman rudal dan senjata nuklir dari Korea Utara (Korut), Minggu 9 Oktober 2022.
Mereka memiliki pandangan yang sama bahwa aktivitas rudal Korut telah menyebabkan ancaman serius di kawasan Indo-Pasifik.
Dilansir dari Kyodo, Senin10 Oktober 2022, Hayashi mengatakan bahwa “Peluncuran rudal balistik yang semakin intens telah menyebabkan ancaman serius terhadap keamanan Jepang dan wilayah sekitarnya, serta menjadi tantangan yang serius bagi komunitas internasional.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Whale Cloud Gandeng AGIBOT guna Mempercepat Ekspansi “Embodied AI” di Pasar Global
Diaspora Tionghua Dunia Gelar Ritual Bersama Menghormati Kaisar Kuning Xuanyuan di Henan

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korut tercatat telah meluncurkan 25 rudal sejak awal tahun ini ke Laut sekitar Semenanjung Korea.
Namun, Korut untuk pertama kalinya meluncurkan rudal yang melintasi Jepang sebelum mendarat di Laut Timur pada minggu lalu.
Oleh karena itu, Hayashi menyerukan dukungan untuk mencapai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka serta mengungkapkan penentangan yang kuat terhadap setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Kunjungan Hayashi ke Malaysia dilakukan menjelang peringatan 50 tahun hubungan Jepang dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan memperkuat dukungan dari Malaysia, salah satu negara pelopor sekaligus berpengaruh cukup besar di asosiasi tersebut.
Selain membahas perihal ancaman Korut, para Menteri juga berbicara mengenai kunjungan luar negeri antara Jepang dan Malaysia di tengah penurunan jumlah kasus virus corona.
Jepang akan menghapus batas kedatangan luar negeri sebanyak 50.000 orang dan melanjutkan perjalanan bebas visa individu ke negara tersebut. ***
Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat









