POIN NEWS – Sejumlah warga Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, masih mengungsi hingga hari ini, Jumat 5 Agustus 2022.
Mereka bertahan di rumah kerabat terdekat setelah fenomena gerakan tanah berdampak pada rumah dan sarana pendidikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBB menginformasikan 6 KK atau 24 jiwa masih mengungsi setelah rumah mereka mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
LOTTE Chemical Indonesia, Milliken, dan Tederic Gelar Seminar tentang Solusi Polipropilena Mutakhir
iQIYI Resmi Memulai Produksi Serial Original Lokal Pertama di Indonesia, Menggandeng Telkomsel

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan total warga terdampak berjumlah 17 KK.
Peristiwa ini terjadi di Desa Luhu, Kecamatan Haumual, SBB. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian yang berlangsung pada Minggu 31 Agustus 2022, pukul 08.00 WIT.
Data terakhir hingga hari ini, Gerakan tanah berdampak pada rumah warga rusak berat 6 unit dan rusak ringan 11 unit.
Baca Juga:
Terbuka dan Inklusif, Haikou Semakin Cepat Berkembang sebagai Pusat Seni Pertunjukan Internasional
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta
Sedangkan pada fasilitas pendidikan, tercatat rusak ringan 1 unit.
BPBD setempat telah melakukan koordinasi dengan aparat dan dinas terkait.
Asesmen telah dilakukan dan penanganan terhadap warga terdampak telah dilaksanakan sejak awal peristiwa berlangsung.
Selain itu, BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten SBB telah memberikan bantuan berupa terpal, sembako, family kit dan matras kepada keluarga terdampak. Petugas BPBD juga telah meminta warga untuk waspada dan siap siaga terhadap dampak yang lebih luas.
Baca Juga:
Menurut laporan BPBD Kabupaten SBB, gerakan tanah terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta kondisi tanah yang labil.
Sementara itu, berdasarkan analisis gerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kecamatan Haumual termasuk wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah.
Sedangkan di kecamatan lain, seperti Hunitetu, Kairatu, Kairatu Barat, Kairatu Timur, Seram Barat, Taniwel dan Taniwel Timur, wilayah tersebut berada pada potensi menengah hingga tinggi.
Menyikapi bahaya gerakan tanah di wilayah Huamual, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana susulan.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Berdasarkan prakiraan cuaca pada esok hari, Sabtu (6/8), wilayah Huamual berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga berat.
Potensi hujan ringan hingga sedang masih berpeluang hingga lusa, Minggu 7 Agustus 2022.***

















