Buntut Dugaan Kades Cabuli Mahasiswi KKN, Jurnalis Somasi Pejabat Unipma Madiun

- Pewarta

Sabtu, 11 Februari 2023 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalis justicecyberonline.com, Nanang Makruf. (Dok. Fin)

Jurnalis justicecyberonline.com, Nanang Makruf. (Dok. Fin)

POINNEWS.COM – Seorang jurnalis di Madiun, Jawa Timur, dalam waktu dekat siap melayangkan somasi – sebelum tempuhan jalur hukum – kepada salah seorang pejabat di Universtas PGRI Madiun (Unipma).

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Terkait rencana dilayangkannya surat peringatan/teguran itu, lantaran jurnalis merasa diludahi kehormatannya oleh pejabat Unipma tersebut.

Persoalannya berawal saat jurnalis media online, justicecyberonline.com, Nanang Makruf, mengirim via chat WA seutas link berita tentang unjuk rasa warga desa menuntut paradilan Kepala Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Magetan, yang diduga mencabuli seorang mahasiswi Unipma yang tengah ber-KKN, kepada Wakil Rektor Bidang III Unipma, Dr. Bambang Eko Hari Cahyono.

Kepada jurnalis yang menghubungi, Sabtu 4 Februari 2023, Nanang Makruf mengatakan, pada Jumat (3/2/2023) dia mengirim link berita tersebut via chat WA (japri/bukan grup WA) kepada Bambang Eko Hari Cahyono.

Dalam komunikasi lanjutan via chat di hari yang sama Bambang Eko meminta, agar Nanang Makruf tidak men-share berita itu kemana-mana. Permintaan itu, menurut Bambang Eko, merupakan perintah dari Rektor Unipma.

Kemudian, lantaran menurut Bambang Eko larangan tersebut berdasar perintah Rektor Unipma, maka Nanang Makruf meminta bertemu Rektor Unipma untuk konfirmasi.

Namun permintaan bertemu Rektor Unipma itu gagal, lantaran Bambang Eko mengatakan bahwa pihaknya ditunjuk mewakili Rektor Unipma. Sedangkan Bambang Eko menyatakan sudah tidak melayani wawancara dengan wartawan.

Sebab jika diteruskan (wawancara itu), menurut Bambang Eko, pihak Unipma yang akan menanggung rugi.

Kemudian Bambang Eko menanyakan kepada Nanang Makruf, jurnalis mana yang ingin melakukan wawancara (dengan Rektor Unipma).

Atas pertanyaan itu Nanang Makruf menjelaskan, bahwa yang ingin wawancara adalah paguyuban (wartawan) Madiun.

Namun, penjelasan tersebut dibalas oleh Bambang Eko dengan ungkapan yang tidak pantas.

“Masalah sudah ditutup, eman-eman (sayang) kampus kita mung dadi (cuma menjadi) alat wartawan ecek-ecek (murahan/kelas rendah) golek duit (mencari uang),” tulis chat WA Bambang Eko, membalas chat Nanang Makruf, yang oleh Nanang Makruf dianggap menusuk perasaannya.

“Dialektika yang tertulis dalam chat tersebut kan mengandung frase menghina, merendahkan bahkan meludahi kehormatan diri saya sebagai wartawan, kan?,” teriak Nanang Makruf kepada jurnalis.

Disinggung apakah dirinya pernah menerima uang dari Bambang Eko, Nanang Makruf menyatakan tidak pernah sama sekali. Bahkan, katanya, meminta uang pun kepada Bambang Eko juga tidak pernah.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Menurut Nanang, ungkapan melukai perasaan itu tidak sepatutnya diungkapkan sosok akademika.

Nanang pun lantas membuat analogi, ungkapan sejenis itu pantasnya diucapkan preman, bromocorah, begundal dan sosok berpendidikan rendah yang tidak kenal adat sopan santun.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Menurut Nanang, tetap dalam dialog chat lanjutan, Bambang Eko menanyakan siapa sosok yang sedang chat dengan dirinya (dengan Bambang Eko).

Yang dijawab Nanang dengan penjelasan, dirinya Nanang Makruf dari media (jurnalis).

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Kemudian, penjelasan tersebut dijawab Bambang Eko dengan pengakuan yang sepertinya dia telah salah menafsirkan seseorang, yang dikiranya anggota Satpam (mungkin maksudnya Satpam Unipma) bernama Agus.

Menurut Nanang Makruf, pengakuan Bambang Eko yang merasa melakukan chat dengan Satpam bernama Agus, bukan dengan dirinya (jurnalis), merupakan upaya mencari alibi.

“Bagaimana tiba-tiba logikanya berbelok ke Satpam bernama Agus. Sejak chat awal saya sudah mengaku jurnalis. Lalu dia (Bambang Eko) juga telah melecehkan dengan kalimat ‘wartawan ecek-ecek yang hanya mencari duit’.”\” Ini kan menunjukkan dia tahu bahwa yang diajak chat adalah jurnalis. Bukan Satpam bernama Agus,” cetus Nanang Makruf.

Sementara, disaat yang sama, Wakil Rektor Bidang III, Dr. Bambang Eko Hari Cahyono, saat hendak dikonfirmasi jurnalis tidak berada di Kampus I Unipma, Jl. Setia Budi.

Seorang petugas administrasi di kampus itu mengatakan, Bambang Eko Hari Cahyono sedang berada di Kampus II Unipma yang berada di Jl. AURI.

Namun ketika jurnalis mendatangi Kampus II Unipma, sebagaimana arahan petugas tadi, ternyata yang bersangkutan juga tidak berada di tempat.

“Untuk itu saya segera melayangkan somasi kepada Dr. Bambang Eko Hari Cahyono.

Mudah-mudahan mendapat tanggapan. Jika tidak, jalan akhir adalah melaporkan bab ini ke jalur hukum,” tutup Nanang Makruf. (fin)***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Poinnews.com, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Pangeran Zelo Galandra Hasibuan, Generasi ke 13 dari Kerajaan Huristak Padang Lawas
Kepala BKSDM Kota Cilegon Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2023
Waspada, Akun Palsu Kepala BKPSDM Kota Cilegon Beredar Dipakai untuk Menipu
Sekda Ungkap Geng Cagar yang Resahkan Warga Kota Bandung, Ternyata Singkatan
Masyarakat Dilarang Dekati Kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, BVMBG Ungkap Alasannya
Polda Metro Jaya Temukan Ladang Ganja Seluas 11 Hektare di Mandailing Natal Sumut
Soal Berita Penculikan dan Penganiayaan Pengusaha AH, Ini Keterangan Resmi Kejati Jateng
Gempabumi M 6.4 Terjadi di Garut, Pusatnya Berada di Darat dan Berpotensi Tsunami
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 12 Februari 2023 - 08:29 WIB

Pangeran Zelo Galandra Hasibuan, Generasi ke 13 dari Kerajaan Huristak Padang Lawas

Sabtu, 11 Februari 2023 - 15:07 WIB

Buntut Dugaan Kades Cabuli Mahasiswi KKN, Jurnalis Somasi Pejabat Unipma Madiun

Sabtu, 11 Februari 2023 - 09:40 WIB

Kepala BKSDM Kota Cilegon Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2023

Sabtu, 11 Februari 2023 - 09:25 WIB

Waspada, Akun Palsu Kepala BKPSDM Kota Cilegon Beredar Dipakai untuk Menipu

Sabtu, 21 Januari 2023 - 10:49 WIB

Sekda Ungkap Geng Cagar yang Resahkan Warga Kota Bandung, Ternyata Singkatan

Senin, 9 Januari 2023 - 10:55 WIB

Masyarakat Dilarang Dekati Kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, BVMBG Ungkap Alasannya

Senin, 26 Desember 2022 - 14:57 WIB

Polda Metro Jaya Temukan Ladang Ganja Seluas 11 Hektare di Mandailing Natal Sumut

Sabtu, 24 Desember 2022 - 19:05 WIB

Soal Berita Penculikan dan Penganiayaan Pengusaha AH, Ini Keterangan Resmi Kejati Jateng

Berita Terbaru