Banjir dan Tanah Longsor Landa Kecamatan Wanareja Cilacap, 20 Ha Sawah Tergenang

- Pewarta

Kamis, 11 Agustus 2022 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Landa Kecamatan Wanareja, Cilacap. (Dok. BNPB Indonesia)

Banjir Landa Kecamatan Wanareja, Cilacap. (Dok. BNPB Indonesia)

POIN NEWS – Hujan intensitas tinggi dengan durasi yang cukup lama sejak Selasa 9 Agustus 2022 malam hingga Rabu 10 Agustus 2022 pagi, menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat sedikitnya ada lima desa yang mengalami kejadian banjir dan longsor.

Adapun yang pertama adalah Desa Adimulya dengan kejadian tanah longsor milik Perhutani hingga menutup ruas jalan kabupaten atau yang menjadi jalur alternatif antara Adimulya-Malabar, tepatnya di tanjakan Geger Kondang.

Hasil asesmen didapatkan panjang longsoran mencapai 10 meter, lebar 10 meter, kemiringan 20 meter dan ketebalan material longsor 2,5 meter.

Akibat longsoran itu, jalur tersebut sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda dua saja, sehingga menghambat mobilitas warga.

Lokasi yang kedua adalah Desa Malabar dengan kejadian tanggul sungai Cikijing yang jebol dengan volume panjang 20 meter, lebar 5 meter dan tinggi 5 meter.

Akibat kejadian itu, air sungai kemudian meluap dan menggenangi area persawahan seluas 20 hektar dengan tinggi muka air (TMA) hingga 1,5 meter, sehingga tanaman jenis padi terancam mengalami puso.

Masih di desa yang sama, tanah longsor juga terjadi dan menimpa bagian dapur rumah milik warga bernama Sartono dengan volume panjang 20 meter, lebar 2 meter dan tinggi 3 meter.

Beruntung tidak ada korban atas peristiwa itu, namun menimbulkan kerugian.

Berikutnya, tanah lereng kebun longsor di Desa Majingklak. Volume longsoran itu tercatat sepanjang 100 meter, lebar 30 meter dan kemiringan 70 derajat. Material longsoran itu menimbun areal persawahan padi siap panen milik warga bernama Karjono.

Di wilayah Desa Majingklak juga terdapat kejadian tanggul irigasi Mungkal Meong yang jebol sepanjang 2 meter dan tebing yang longsor dengan panjang 25 meter, tinggi 27 meter dan lebar 10 meter.

Longsoran itu menimbun areal persawahan yang sudah panen dan mengancam rumah milik seorang warga.

Laporan yang lain adalah jebolnya tiga titik tanggul Sungai Ciupas di Desa Madura, setelah kehilangan kemampuan untuk menampung debit air, sehingga areal persawahan terendam banjir.

Selanjutnya, adalah kejadian banjir yang merendam 110 rumah dan areal persawahan di Desa Sidamulya.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Banjir dengan TMA 50-60 sentimeter itu menghambat aktivitas warga dan mengancam petani mengalami gagal panen.

Sebagai langkah penanganan darurat bencana, BPBD Kabupaten Cilacap telah turun ke lokasi kejadian untuk kaji cepat, berkoordinasi dengan forkopimda setempat, termasuk stakeholder terkait seperti Dinas PU, Perhutani, Dinas Pertanian dan BBWS Citanduy untuk melakukan pembersiha material dan upaya lainnya.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kondisi saat ini, banjir telah surut di beberapa titik dan areal persawahan, pembersihan material longsoran masih dalam proses, saluran irigasi yang tertimbun longsor sudah ditangani secara gotong-royong oleh warga dan jalan kabupaten Adimulya-Malabar baru dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap pada hari ini Kamis (11/8) hingga pukul 19.00 malam nanti.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Menyikapi hal itu, maka BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Upaya seperti monitoring lereng perbukitan, susur sungai dan pembersihan aliran sungai dan kanal sera irigasi agar dilakukan secara berkala untuk memininalisir potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi tata ruang lingkungan.

Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya.***

Berita Terkait

Pangeran Zelo Galandra Hasibuan, Generasi ke 13 dari Kerajaan Huristak Padang Lawas
Buntut Dugaan Kades Cabuli Mahasiswi KKN, Jurnalis Somasi Pejabat Unipma Madiun
Kepala BKSDM Kota Cilegon Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2023
Waspada, Akun Palsu Kepala BKPSDM Kota Cilegon Beredar Dipakai untuk Menipu
Sekda Ungkap Geng Cagar yang Resahkan Warga Kota Bandung, Ternyata Singkatan
Masyarakat Dilarang Dekati Kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, BVMBG Ungkap Alasannya
Polda Metro Jaya Temukan Ladang Ganja Seluas 11 Hektare di Mandailing Natal Sumut
Soal Berita Penculikan dan Penganiayaan Pengusaha AH, Ini Keterangan Resmi Kejati Jateng
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 12 Februari 2023 - 08:29 WIB

Pangeran Zelo Galandra Hasibuan, Generasi ke 13 dari Kerajaan Huristak Padang Lawas

Sabtu, 11 Februari 2023 - 15:07 WIB

Buntut Dugaan Kades Cabuli Mahasiswi KKN, Jurnalis Somasi Pejabat Unipma Madiun

Sabtu, 11 Februari 2023 - 09:40 WIB

Kepala BKSDM Kota Cilegon Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2023

Sabtu, 11 Februari 2023 - 09:25 WIB

Waspada, Akun Palsu Kepala BKPSDM Kota Cilegon Beredar Dipakai untuk Menipu

Sabtu, 21 Januari 2023 - 10:49 WIB

Sekda Ungkap Geng Cagar yang Resahkan Warga Kota Bandung, Ternyata Singkatan

Senin, 9 Januari 2023 - 10:55 WIB

Masyarakat Dilarang Dekati Kawah Gunung Ijen di Banyuwangi, BVMBG Ungkap Alasannya

Senin, 26 Desember 2022 - 14:57 WIB

Polda Metro Jaya Temukan Ladang Ganja Seluas 11 Hektare di Mandailing Natal Sumut

Sabtu, 24 Desember 2022 - 19:05 WIB

Soal Berita Penculikan dan Penganiayaan Pengusaha AH, Ini Keterangan Resmi Kejati Jateng

Berita Terbaru