Mungkinkah Koalisi Indonesia Bersatu Usung Anies Baswedan-Airlangga Hartarto?

- Pewarta

Rabu, 20 Juli 2022 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Airlangga Hartarto dan Anies Baswedan. (Dok. Suarakarya.co.id)

Airlangga Hartarto dan Anies Baswedan. (Dok. Suarakarya.co.id)

POIN NEWS – Manuver tiga parpol yaitu Golkar, PAN dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sempat membuat ramai dunia pencapresan.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Semula publik membaca arah KIB ke Ganjar. Ternyata, hingga hari ini KIB belum mendeklarasikan calon, baik capres, maupun pasangan capres-cawapres.

Ini artinya bahwa di KIB masih terbuka ruang untuk siapapun didaulat jadi pasangan calon.

KIB bisa calonkan pasangan Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan. Airlangga ketua umum Golkar dan Zulkifli Hasan adalah ketua umum PAN.

Pasangan ini bisa melakukan percobaan di lapangan melalui survei. Test the water, sambil melakukan komunikasi politik dengan parpol-parpol lain.

Jika pasangan Airlangga Hartarto-Zulkifli Hasan berat, elektabilitasnya stagnan dan tidak menjanjikan kemenangan, maka bisa dinegosiasikan untuk mengusung pasangan Anies-Airlangga.

Golkar punya 12,31 persen suara. Tentu ini menjadi daya tawar cukup menarik. Apalagi jika Airlangga membawa gerbong KIB untuk mengusung Anies-Airlangga.

Ini bisa memperkuat Nasdem yang lebih dulu deklarasikan Anies sebagai salah satu kandidat terkuatnya.

Sebelum Nasdem mengumumkan capres-cawapresnya di akhir tahun ini, Golkar punya kesempatan untuk merapat ke Anies.

Demokrat dan PKS sudah sangat intens berkomunikasi dengan Nasdem. Dua partai ini kabarnya telah sepakat untuk mengusung Anies.

Khusus Demokrat masih berupaya mencari titik temu soal siapa wakil Anies.

Bila KIB menawarkan pasangan Anies-Airlangga, kemungkinan Demokrat bisa berlapang dada mengingat Golkar punya suara cukup besar yaitu 12,31 persen.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Jauh di atas Demokrat yang punya suara 7,77 persen. Jika pasangan Anies-Airlangga ini disepakati, maka akan terbentu koalisi besar.

Anies-Airlangga jika didukung oleh enam partai akan lebih memudahkan bagi koalisi besar ini untuk memenangkan pertarungan di pilpres 2024.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Di sisi lain, Gerindra-PKB yang diisukan akan mengusung Prabowo-Muhaimin Iskandar sepertinya akan layu sebelum berkembang.

Ibarat ban, kempes duluan sebelum jalan. Alasan utamaya, karena Prabowo-Muhaimin dalam berbagai survei masih berat untuk dipasarkan ke publik.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Lawan Anies-Airlangga adalah kubu PDIP. Boleh jadi Puan-Ganjar yang akan maju dengan tiket dari PDIP. Lalu kemana dukungan Gerindra dan PKB diberikan?

Apakah kedua partai ini akan mengusung calon sendiri? Nampaknya tidak terlalu mudah, kecuali jika Prabowo bersedia didampingi oleh Muhaimin Iskandar.

Dengan begitu, akan ada tiga calon yaitu Anies-Airlangga, Puan-Ganjar dan Prabowo-Muhaimin.

Akan terjadi dua putaran pilpres, sebelum akhirnya Indonesia memiliki presiden baru periode 2024-2029.

Opini: Muwahhid, pemerhati politik.***

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Cegah Gus Yaqut dan Dua Pihak Lain
TPUA Bawa Bukti Video Baru Soal Ijazah Jokowi ke Bareskrim
Presiden Prabowo Tegas Ultimatum Pejabat Tak Kompeten, Golkar Sebut Gibran Tak Bisa Dimakzulkan
Alasan Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan Meski Belum Genap Setahun Menjabat
Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik
Termasuk 2 Putri Zulhas dan Deretan Artis Terkenal, Inilah Daftar Lengkap Nama-nama Pengurus Baru DPP PAN
Ini Alasan Hidayat Nur Wahid Dukung Penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu
Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri, Silaturahmi Idul Fitri 2,5 Jam

Berita Terkait

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:13 WIB

Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Cegah Gus Yaqut dan Dua Pihak Lain

Rabu, 16 Juli 2025 - 12:01 WIB

TPUA Bawa Bukti Video Baru Soal Ijazah Jokowi ke Bareskrim

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:51 WIB

Presiden Prabowo Tegas Ultimatum Pejabat Tak Kompeten, Golkar Sebut Gibran Tak Bisa Dimakzulkan

Kamis, 1 Mei 2025 - 07:01 WIB

Alasan Hasan Nasbi Mundur dari Kepala Komunikasi Kepresidenan Meski Belum Genap Setahun Menjabat

Senin, 28 April 2025 - 08:19 WIB

Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan Press Release untuk Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

BDx Indonesia Dukung Komunitas Terdampak Banjir di Sumatra

Senin, 2 Feb 2026 - 02:00 WIB