POINNEWS.COM – Partai Persatuan Pembagunan (PPP) memberikan penjelasan terkait isu yang menyatakan bahwa partai tersebut hendak hengkang dari kerja sama politik bersama PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo.
Awalnya isu tersebut muncul dari penjelasan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengungkap ada tawaran membentuk koalisi baru.
Menurut SBY, tawaran itu, disampaikan oleh seorang menteri aktif di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan koalisi parpolnya terdiri atas partainya, PKS, dan PPP untuk maju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
“Kita juga tahu seorang menteri, sekarang ini, menteri masih aktif dari kabinet kerja pimpinan Presiden Jokowi, secara intensif melakukan lobi,”
Baca artikel lainnya di sini: Dinamika Politik Masih Berpotensi Terjadi Jelang Pilpres 2024, PKS Bakal Ikuti Jejak Partai Demokrat?
Baca Juga:
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
Kehidupan yang Didukung AI: TCL Hadirkan Inovasi AI dalam Kehidupan Sehari-hari di IFA 2026
Hisense Perkenalkan Konsep “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026
“Termasuk kepada Partai Demokrat dengan menawarkan mengajak membentuk koalisi yang baru, koalisi Demokrat, PKS, dan PPP,” kata SBY Jumat (1/9/2023),
“Yang bersangkutan mengatakan yang disampaikan itu, inisiatif ini sudah sepengetahuan Pak Lurah. Kata-kata sang menteri, bukan kata-kata saya,” kata SBY.
SBY menyampaikan saat memberi arahan dalam Sidang Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat di kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Menggapi hal tersebut Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menyatakan bahwa partainya tak hendak hengkang dari kerja sama politik bersama PDIP.
Muhammad Mardiono menegaskan partainya tetap mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres yang sudah disepakati dalam keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) ke-5 di Yogyakarta.
“Konstitusi partai itu sudah memutuskan pada Rapimnas di Yogyakarta bahwa PPP mengusung dan mendukung Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden tahun 2024.”
“Dan mengikatkan diri dalam satu kerja sama politik dengan PDI Perjuangan,” ujar Muhammad Mardiono kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin, 4 September 2023.
Muhammad Mardiono mengatakan kesepakatan kerja sama politik untuk mendukung Ganjar Pranowo itu tak hanya dilakukan dengan PDIP, melainkan juga Partai Hanura dan Perindo.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Untuk itu, Muhammad Mardiono memastikan bahwa pihaknya tidak mungkin mengalihkan dukungan politiknya pada Pilpres 2024.
“Saya sampaikan bahwa PPP itu usianya sudah 50 tahun dan sejak didirikannya PPP selalu taat asas terhadap konstitusi partai.”
“Jadi PPP prinsip adalah tetap istikamah pada keputusan konstitusi partai,” kata Muhammad Mardiono.***













